|
UP TO DATE 1 MAR 2018
Salam Bahagia, Akhirnya sehabis berkutat sekian lamanya dengan penyakit aneh ini. Akhirnya saya mendapat kesembuhan. Paling tidak sangat mengalami perubahan yang sangat drastis ketimbang dulu yang sangat tidak karuan dan menyiksa banget. Saya menemukan produk herbal yang diberikan oleh kerabat saya yang cukup efektif membantu pemulihan penyakit aneh ini. Herbalnya semacam Jelly Gamat, hanya dengan tipe yang berbeda dan lebih cocok untuk penyakit ini (Soalnya sudah banyak produk Herbal yang saya coba dari bentuk bubuk, daun, jelly, dsb tapi kagak ada perubahan).
Sekarang saya sudah sanggup beraktivitas menyerupai biasa dengan nyaman dan enak. Saya sudah sering keluar kota, perjalanan dinas ke lokasi, badminton, berenang, jalan-jalan dan makan apa aja. Yang penting jangan kebablasan berulang kali.
Jika ada yang mau bertanya wacana herbalnya, silahkan saja. Saya enggak tau sanggup cocok dengan teman-teman atau tidak, tetapi paling enggak saya sudah terbebas dari rasa-rasa aneh tanggapan kasus ini… Hehehe
OH IYA...
Berhubung banyak teman-teman yang Email dan WA saya nanya apakah ada jual herbalnya atau enggak. Saya GAK ADA jualan herbalnya loh...
Soalnya saya sendiri nitip ama sodara saya beli di Luar Negeri (Soalnya sy pernah beli dengan brand yg sama di sini, tapi hasilnya malah abal-abal, gak ngefek dan malah makin parah).
Kalau teman-teman ada yang mau nitip, ya sanggup saja, tapi gak sanggup cepet ya.
Soalnya bawa nya susah kalau banyak. Tapi diusahakan...
Kalau yang mau cepet kayak belanja, ya gak bisa. Sy beli utk pribadi sy doank. Bukan utk jualan hehehe... Maaf ya
------------------------------
UPDATE 24 JUNI 2018
NB : Selain merespon pertanyaan temen-temen seputar kasus GERD, saya juga sering ditanya soal biaya berobat, biaya endoskopi, biaya konsul dulunya. Untuk kasus nominal, termasuk cukup gede, sekitaran +- 50 juta mungkin selama beberapa tahun kemudian (Untuk semua pengobatan baik medis maupun alternatif ya). Hasilnya apa ? Ya gitu gitu juga dr dulu...
Yang bikin sakitnya lagi, biaya itu menggunakan uang pribadi saya... Hiks.. Bukan asuransi, bukan duit Ortu dll...
Huhuhu
Terus saya juga ditanya, dulu kerja apa? Orang yang terkena GERD itukan niscaya lemes, tubuh capek, otak susah mikir, bawaannya malas kerja dan malas gerak. Takutan dan lain lain...
Yup... Itu semua BENAR ! (Saya juga mencicipi itu dan melewati masa itu kok)
Dulu dan hingga sekarang. Saya ini seorang TRADER. Makara semua biaya pengobatan yang saya keluarkan itu merupakan hasil dari TRADING saya.
Makara setidaknya biaya biaya dulu bisalah tercover dr hasil trading saya.
Kalau sekarang, saya uda kerja di perusahaan lagi dan tetep Trading. Ya itung-itung buat nambah uang jajan dan saving...
(Kalau temen-temen mau trading utk nyari uang sampingan ya silahkan, sy mau kok ngajarin, tapi trading itu ada risiko loh ya)
Nah, mungkin jawaban saya di atas sudah sanggup mewakili rasa ingin tau dan pertanyaan dr temen-temen sekalian yah. Soalnya saya agak repot kalau membalas pertanyaan yang sama secara berulang-ulang. Maaf ya... Bukannya gak mau jawab, tetapi kadang saya gak lihat HP terus.
---> Kalau sekiranya masih ada pertanyaan dr temen-temen yang belum terjawab dri goresan pena sy di atas. Silahkan lgsg WA saya aja. Nomornya uda ada di atas.
Saya tidak keberatan jikalau ada temen yang mau sharing, konsultasi wacana kasus GERD, mau nitip, mau berguru Trading. Selagi saya masih sanggup bantu. Pasti saya bantu.
Semoga goresan pena ini membantu yah -
Salam.
----------------------------
Sudah cukup usang saya tidak update BLOG saya ini sehubungan dengan penyakit yang saya alami yang entah itu maag, gerd, asam lambung atau apalah.
Yang niscaya saya harap teman-teman sekalian jangan ada yang pernah hingga mengalaminya lantaran ini akan sangat menyiksa kehidupanmu kelak.
Terakhir postingan saya yaitu Desember 2015.
Kondisi saya ketika itu tidak juga membaik, saya masih terus mencicipi mual, lisan asam, bangkit tidur perut tidak enak, kembung, sendawa2, perut perih panas, meriang tapi suhu tubuh normal dan banyak sekali macam keluhan lainnya.
Akhirnya Januari 2016 saya berangkat ke Malaka dengan terburu-buru berharap mencari kesembuhan
Saya tiba di Pantai Hospital dan pribadi di cek darah total oleh dokter di sana dan dikatakan semua anggun hanya kadar kolesterol dan gula darah tidak mengecewakan tinggi dan dianjurkan untuk hindari kuliner berlemak dan gula-gulaan.
Masalah kolesterol dan gula darah tidak menjadi duduk kasus dan tidak membutuhkan obat lantaran akan turun dengan sendirinya.
Selanjutnya dokter menyampaikan 2 bulan saya berobat dan minum obat jenis NEXIUM dan obat-obatan lainnya itu sudah benar dan seharusnya tidak perlu dilakukan investigasi apa apa lagi dan harusnya sudah sembuh, tetapi lantaran kondisi tubuh saya yang sering mual dan lisan asam sehabis makan dan sendawa-sendawa, saya tetap meminta dokternya untuk menawarkan saya pengecekan lebih lanjut kenapa mual saya tidak sanggup hilang sama sekali setiap bangkit tidur dan berlangsung sepanjang hari kapan saja.
Terkadang mualnya ekstrim, terkadang tidak, tetapi yang terang rasa rasa tidak plong.
Akhirnya dokter di malay melaksanakan tindakan endoskopi kepada saya dan menawarkan hasil video endoskopi kepada saya, Beliau menjelaskan semua kondisi lambung kau aman, tidak ada kasus apapun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Hanya saja asam lambung mu tinggi.
Saya merasa sedikit lega dan percaya pada dokter mungkin semua bukan kasus di lambung saya.
Dan bahkan dokter menyampaikan saya tidak perlu pantang makan apapun lantaran tidak ada yang bermasalah dengan lambung saya dan saya tidak mengalami MAAG.
Namun lantaran masih mual dan lisan asam, dokter menyarankan saya untuk CT SCAN perut, siapa tau ada kasus di organ lain dan saya pun menyetujuinya.
CT SCAN pun berlangsung dan yang pastinya gak lezat banget, jarumnya sakit.
Kalo pas ENDOSKOPI tadi dibius total, jadi ga begitu sadar, aman2 aja.
Akhirnya hasil CT SCAN pun keluar.
Dokter menyampaikan semua hasil CT SCAN memperlihatkan kondisi normal dan sehat
ENDOSKOPI juga hasil normal
Pencernaan normal
Saya khawatir akan katup lambung saya yang lemah, namun dinyatakan tidak ada kasus apa-apa.
Hanya asam lambung tinggi dan dikatakan sindrom dispepsia lantaran pikiran dan saya tidak diberikan obat apapun.
Baiklah saya terima dan percaya akan klarifikasi dokter ini.
Keluarga yang menemani saya juga merasa lega
Akhirnya saya balik ke penginapan saya, pergi makan bebas menyerupai yang dokter katakan lantaran hati saya tenang, namun saya tetap merasa mual.
Malamnya saya coba tidur dan tenangin pikiran dan percaya kata dokter, namun besok paginya saya tetap nyeri banget perut, terbangun subuh ga sanggup tidur, mual-mual, muntah lendir dan lisan asam ga karuan.
Hidup rasa tidak hidup dan saya pengen banget nangis.
Akhirnya saya meminta izin ke ortu saya untuk rujuk ke Rumah sakit lainnya yaitu MAHKOTA HOSPITAL
Rencana saya mau ENDOSKOPI lagi, tetapi tampaknya tidak memungkinkan lantaran kemarin gres endoskopi.
Akhirnya saya hanya cekup banding ke dokter di mahkota hospital dan diberikan obat untuk sebulan.
Sepulang dari Malaka dan saya konsumsi obat tersebut, memang tubuh saya terasa mendingan,
saya konsumsi satu ahad sudah terasa perubahan, memang masih ada mual, tapi tidak begitu parah.
Akhirnya saya stop obat lantaran sy pikir sudah membaik.
Pikiran saya sudah mulai konsen untuk aktivitas, namun berselang beberapa ahad kambuh lagi
Saya makan obat yang dari mahkota hospital lagi, makan sekitaran 2 minggu, sembuh lagi, di stop obat buat jaga2, rupanya kambuh lagi sehabis selang beberapa bulan.
Akhirnya obat dari Mahkota hospital habis.
Gejala mual, lisan asam, sendawa, perut rasa aneh krucuk2, di remes2, kembung, nyeri ulu hati, lemes dan sebagainya masih tetap menghantui saya.
Akhirnya dalam satu tahunan itu saya bolak balik cek up di RS yang ada di INDO.
Yang pastinya membuang duit begitu banyak.
Makan obat, tanda-tanda menurun, tetapi saya tidak pernah terlepas sekalipun dari rasa MUAL dan MULUT ASAM saya.
Entah kenapa lah itu.
Singkat padat dan jelas, sepanjang hari saya mual dalam setahun dan rutin cekup dokter, entah berapa banyak uang yang sudah saya habiskan untuk berobat namun tidak mendapat kesembuhan.
Yang terang pikiran saya makin kacau dan stress
Banyak kegiatan grup dan teman-teman yang terpaksa harus saya tinggalkan lantaran saya sangat cemas dengan mual saya.
Mual yang biasanya pagi kini menetap menjadi sepanjang hari sanggup terasa. Entah kapan saja.
Hidup terasa begitu berat bagi saya.
Menjalani hari demi hari terasa membosankan namun tetap saya paksakan lantaran saya masih punya tanggung jawab yang harus di laksanakan.
Keluarga dan bahkan teman-teman saya sudah mulai heran melihat perubahan sikap saya, jujur saja lantaran hasil cekup total itu normal dan semuanya katanya berasal dari pikiran.
Jadinya hingga tidak ada yang begitu peduliin lagi.
Saya bergotong-royong juga stress kenapa sanggup dari pikiran.
Dan saya terkadang membenci diri saya sendiri.
Ini penyakit kok nempel terus ???
Saya mau keluh kesah dan curhat, rasanya sudah percuma lantaran dokter sudah memvonis saya sakit lantaran pikiran.
Tetapi saya tidak tau juga penyembuhan harus bagaimana.
Pikiran saya hanya berkelut-kelut di situ, segala kegiatan yang saya lakukan niscaya terpikir akan kondisi mual, lisan asam, sendawa dan rasa perih nyesek dan sebagainya di perut setiap harinya yang kadang mereda, kadang tidak.
CEKUP Desember 2016 dan saya melaksanakan ENDOSKOPI lagi di INDO,
Hasilnya di bilang hanya hyperemic mucosa di esopagus 3 rd dan di 3 penggalan lambung cuma hyperemic mucosa dan ditemukan kuman pylori jumlah mild-moderate.
Dan divonis Gastritis Kronik ec HP
Saya tanya dengan dokter yang endoskopi saya, apakah kondisi saya parah ?
Dan ia hanya tertawa, haduh ini kondisi radang lambung paling ringan dan paling biasa,
gak usah lah dipusing2kan, kau merid saja sana biar bahagia.
Lah jelas2 mual, lisan asem dan nyeri menghantui saya, mau kegiatan saya galau
Gimana pula mau merid ?
Saya tanya ke dokter, apakah katup lambung saya lemah ?
Di bilangnya tidak kok, ini berpengaruh katup lambungmu
Hanya asam lambungmu tinggi dan lantaran bakteri.
Saya dikasi obat antibiotik 2 ahad untuk berantas kuman dan terapi obat PPI 1 bulan
Selama 12 hari makan antibiotik, saya memang merasa tubuh saya enakan, mual juga sedikit, rasa lisan asem hilang lantaran mgkn jadi pahit lantaran antibiotik.
Namun dihari ke 13 menjelang antibiotik sudah mau abis, tiba2 saya terbangun subuh dan tidak tenang, mual bukan main, perut nyeri di remes2 bukan main entah kenapa.
Saya balik ke dokter dan di kasi obat SUCRALFAT.
Dokternya heran, kok masih nyeri dan mual lisan asam ?
Harusnya sudah sembuh ini.
Katanya jangan banyak pikir deh, enjoy aja, lepasin semua beban.
Jalanin hidup di masa kini jangan khawatir masa depan.
Lah gimana gak khawatir mengingat kondisi tubuh gini ?
Dulunya saya sanggup kemana2 sesuka hati dan tidak pernah takut dan selalu pede.
Sekarang mau kemana2, mau program makan aja takut mual.
Konflik batin banget menyerupai bundar setan.
Setelah menjalani terapi obat PPI 1 bulan selesai, saya datangin dokter itu lagi dan ia bertanya perkembangan saya, saya bilang masih sama tanda-tanda yang saya rasakan.
Saya masih suka mual bangkit tidur, mau kegiatan mual, sehabis makan sekeping biskuit saja lgsg lisan asem dan mual.
Ini bergotong-royong kenapa ?
Apalagi penyebabnya ?
Katanya katup lambung kuat, tetapi kenapa sanggup lisan asem dan mual ?
Katanya kuman penyebab aslam tinggi ? Tapi uda diberantas dan niscaya uda kelar kata dokter.
Dan saya divonis oleh dokter ini kau banyak mikir pasti, masih banyak cemas yang belum kau hilangkan
Lambung kau itu sudah sembuh
Hyperemic mucosa itu tidak usah khawatir, itu umum terjadi pada semua orang ketika terlalu bnyak makan cabai dan asam.
Cepat membaiknya itu.
Saya bertanya apakah saya masih butuh obat ? Kapan kontrol lagi ?
Dokter ini menyampaikan kau sudah tidak perlu tiba kontrol lagi, kau sudah sembuh itu lambungmu
Jangan dirasa2kan mual nya. Enjoy aja.
Lah gimana mau enjoy ?
Karena mual dan lisan asam bikin saya ga sanggup enjoy
Apalagi klo lagi deg-degan or ga tenang, sendawa2 banget, mual banget, sanggup hingga nyeri.
Dulu kagak pernah begini, kenapa skrg begini ?
Dokter cuma bilang pikiran mu ini yang jadi penyebabnya, kau terlalu cemas.
Tapi gimana cara lepasin pikiran ini ?
Saya hingga khawatir sendiri.
Saya ini dulunya bukan tipe penakut dan rumahan.
Tetapi sejak kena begini, saya jadi cemas-cemasan, tetapi untungnya masih nekat keluar rumah sendiri lantaran mau tidak mau tuntutan hidup.
Hanya saja saya menjadi sedikit pemalas dan mood-mood-an, cuman ini harus di lawan biar tidak semakin parah.
Saya bukan hanya cekup 1 or 2 dokter saja, mungkin sudah begitu banyak dokter yang saya lakukan cekup dan saya keluhkan kondisi menyerupai ini, selalu diberi obat yang sama dan hasilnya saya dibilang pikiran pemicunya.
Padahal yang saya khawatirkan yaitu klep lambung saya lemah, lantaran orang lain yang maag tidak selalu terasa tiap hari, mungkin ketika salah makan, nah kalau saya sepanjang hari entah kenapa mual terus, bangkit tidur niscaya mual.
Mulut niscaya asam sehabis makan sesuatu. Ini kenapa begitu ?
Sampai kini saya juga galau dan tidak ada kejelasan.
Dokter selalu menyampaikan asam lambung mu tinggi sekali lantaran dihasil endos emang selalu gelembung2 busa saya sangat banyak, itu yang bikin selalu naik ke atas.
Bukan lantaran katup lemah katanya.
Kalau ditanya stress, saya sudah sangat stress dan depresi.
Namun saya tetap bertahan, kegiatan tetap saya lakukan menyerupai biasa.
Hobby saya bermain bulutangkis tetap saya coba lakukan, namun kemarin ketika ada pertandingan, sebelum pertandingan berlangsung ketika sy berangkat dari rumah. Hati saya tenang2 saja.
Namun ketika menunggu giliran permainan saya, tiba2 mual dan sendawa2 saya datang, perut saya tiba2 nyeri sendiri.
Ternyata kecemasan sangat berdampak ke lambung saya. Saat pertandingan berlangsung lantaran saya banyak loncat, tenggorokan saya terasa perih, rasanya asam nya kena ke tenggorokan terus entah kenapa.
Saya tetap menuntaskan pertandingan namun tidak begitu bagus.
Sebelum2nya ketika saya bermain bulutangkis biasa setiap malam, sehabis main saya selalu mual entah kenapa dan perut tidak enak, tapi sebentar saja, nah ini pas pertandingan lantaran dibarengin cemas jadinya mualnya super ekstrim ga mau hilang-hilang hingga nyeri sekali.
Dari ketika itu saya stop bermain badminton. Saya khawatir malah tidak sanggup membaik kalau dipaksakan.
Saya bertanya kepada saudara saya yang kebetulan juga dokter yang sedang menempuh pendidikan penyakit dalam.
Sodara saya menyampaikan ini lambung saya sudah setahunan tidak sembuh dan gejalanya menyerupai itu terus, ini sudah niscaya psikomatis banget, ciri-ciri orang yang khawatir akan penyakitnya.
Ya jujur saya niscaya khawatir, semua yang pernah ngalemin mungkin akan sangat khawatir dengan kondisinya.
Merasa tidak sempurna, merasa minder, merasa kurang, dan merasa yang lain-lain.
Dan bahkan mungkin pikiran untuk mengalah dari kehidupan niscaya ada.
Saya selalu mencoba menghilangkan semua pikiran itu, namun selalu kalah entah kenapa.
Saya berada di posisi depresi sepertinya, bagaimana tidak,
setiap bangkit tidur, perut saya kerucuk2 kayak diremas2, terus mual,
bahkan kalo saya begadang atau telat tidur, subuh sudah niscaya terbangun, alhasil saya harus tidur sebelum jam 10 semoga kalau terbangun subuh, saya sudah cukup tidur.
Pola hidup sehat sudah saya coba jalani, cabai saya hanya makan sedikit lantaran kata dokter yang periksa terakhir kali, juga tidak begitu perlu pantangan lantaran kondisi lambungmu itu masih oke.
Akhirnya saya tetapkan mengikuti ajuan saran sodara sy yg dokter untuk ke psikiater untuk terapi pikiran saya.
Awalnya saya galau apa hingga seberat itukah kasus saya hingga harus ke psikiater ?
Mengingat saya ini kerjanya perjuangan online dan jarang ada stress kerja, sy stress lantaran lambung saya yang tidak sembuh-sembuh.
Setelah menceritakan keluhan ke dokter psikiater, saya diberi obat selama seminggu.
Saya juga bertanya kondisi lambung sy menyerupai apa, kata dokter psikiater ini juga tidak bermasalah sekali.
Dia bilang kau jangan banyak khawatir.
Ada saraf dari otak ke lambung, jadi lambung bermasalah, otak ikut bermasalah.
Otak bermasalah, lambung bermasalah.
Itu sudah alami dan dialamin semua orang.
Namun kenapa saya tidak sembuh2 ?
Saya juga bertanya kekhawatiran paling mendalam saya, apakah klep lambung lemah ? Atau hanya asam lambung tinggi ?
Dokter psikiater bilang klo dari endos, dokter sppd tidak menyampaikan klep lemah dan malah disuruh tidak perlu tiba lagi, berarti sakit kau dari pikiran.
Pikiran yang tidak diobati akan menciptakan klep lambung melemah.
Dan saya bertanya apakah klep tersebut sanggup berpengaruh lagi?
Karena kenapa sakit maag saya berbeda, saya tidak nyeri di kiri perut, tapi kebanyakan di ulu hati dan nyerinya bukan hingga harus bungkuk dan gimana gitu, hanya rasa ga nyaman saja.
Terapi obat dari psikiater diberikan 1 minggu
Memang hasilnya perut saya pagi hari lebih mendingan tidak begitu aneh, namun mual, lisan asem masih menempel.
Saya diberikan PR oleh dokter psikiater untuk mencatat segala hal yang menciptakan saya kepikiran dalam 1 ahad itu.
Disuruh jangan banyak browsing dan percaya dengan orang yang ngaku2 ngerti.
Percaya aja ama dokter yang menangani
Saya ikutin anjurannya
Ternyata sehabis saya rangkum, hampir mau 30 keluhan stress yang saya utarakan dan ketika berkunjung ke dokter lagi, saya dibilang terlalu cemas.
Saya terlalu cemas akan masa depan ( ya masuk akal kan, lagi ngalemin gini, kan masti mikir panjang, apalagi saya tipikal yang suka analisa dan mikir, berkelut2 dah pikiran ini. Susah mau let it go kata orang )
Dari hasil analisa dokter, saya dibilang ga usah khawatir, ga usah cemas, Whatever will be, will be...
All is well.
Live today, not tomorrow
What you do today is what you will get tomorrow
Dont worry too much about tomorrow,
Tomorrow is mystery and no one would know what is gonna happen. Right ?
Kira-kira menyerupai itu lah pesan dokter psikiater.
Dia suruh tanamkan pikiran begitu. Mungkin terasa susah bagi saya dan mungkin bagi sahabat lain yang masih mengalami sensasi.
Kadang yang mengalami kasus menyerupai ini, niscaya cenderung cepat minder, perubahan sikap sanggup berubah 180 derajat ?
Benar apa tidak ? Tentu saja benar kata dokternya dan ini wajar.
Saya ceritakan semua keluh kesah saya, hingga saya tanya apakah saraf otonom saya bermasalah hingga katup lambung saya lemah atau asam lambung saya tinggi terus lah ?
Kata dokternya ya itu sudah niscaya lantaran saraf lambung nyambung ke otak.
Makara klo cemas bawah sadar tidak pernah hilang dan takut terus, lambung terus di hajar.
Yang awalnya dulu tahan, tetapi lama2 sanggup melemah.
Bener kan ?
Saya cuma sanggup diem dan meng-iyakan.
Mengingat saya ada stress berat 4 tahun yang lalu, dari situ saya sudah mulai merasa tubuh saya agak berbeda, tapi tidak begitu terasa, jadi saya hirau taacuh saja. Ada beberapa tekanan yang tersimpan di pikiran saya, namun saya cuek, tetapi mungkin lantaran tidak pernah dilepaskan, hasilnya lambung yang dulunya tahan jadinya bermasalah, ditambah referensi hidup ga benar.
Padahal dulu saya termasuk orang yang tahan stress dan tekanan, tapi kini jadi agak ragu lantaran mual nya.
Kalo sanggup bawa tenang, stress gimanapun lambung aman, tapi klo lg gak karuan, tiba dah mualnya.
So...
Intinya menyerupai itulah...
Sebenarnya saya malas untuk update blog ini lagi, namun lantaran banyak yang nanya perkembangan saya, makanya saya update.
Untuk yang ingin bertanya-tanya atau cerita-cerita
Silahkan email saya saja suwandilamm@gmail.com, nanti akan saya berikan id LINE saya semoga lebih lezat chattingnya.
Mungkin hanya yang pernah mengalami kasus menyerupai ini yang bakal mengerti keadaan kita.
Percaya atau tidak percaya.
Penyakit lambung + pikiran + psikomatis sangat menyiksa kehidupan seseorang dan sanggup merubah sikap hidup sangat jauh alias berubah total.
Tapi saya masih bersyukur sih atas kasus yang saya alamin ketika ini,
Contohnya :
1. Saya yang dulunya tidak mengecewakan badung dan bebal, kini menjadi mulai taat dan patuh dan tau waktu
2. Saya yang hobbynya begadang, kini sudah mulai lebih disiplin
3. Saya yang dulunya tidak patuh, suka jajan sembarang, kini sudah mulai taat.
4. Saya sudah lebih banyak bersyukur atas segala sesuatu
5. Planning dan rencana ke depan saya lebih pasrahkan ke Tuhan, kalau dulu terlalu mau ini itu
6. Di ketika down menyerupai ini, saya dipertemukan dengan seseorang yang sangat perhatian dengan saya walaupun kami LDR, saya rencana mau ketemu, tapi saya minder banget.
7. Kebiasaan jelek mulai saya kurangin
dan masih banyak lagi yang harus saya syukurin dan kaga sanggup dituliskan
Kalo kecemasan, mungkin rata-rata yang ngalamin bakal sama :
1. Saya cemas akan kondisi tubuh lantaran kok gak membaik2
2. Saya cemas bepergian lantaran harus milih2 makanan, meskipun dokter bilang bebas makan, tetapi pikiran kita sudah dihantui rasa takut.
3. Saya cemas lantaran berat tubuh saya turun dan susah naik dan sering ditanya orang apa loe sakit ? Bingung mau jawab gimana, padahal medis sudah bilang sehat semua.
4. Saya cemas akan karir saya, soalnya lantaran dihantui mual, saya jadi kepikiran ntar kalo lagi berguru kerja, mual tiba gimana? Gak konsen donk ?
Sejauh ini saya kan perjuangan online sendiri, namun mengingat usia, dan belum ada pengalaman kerja, saya pengen karir, tpi kasus ini gak kelar2, di sini pikiran saya jadi berkelut2
5. Terkadang saya pengen ikut jalan dengan grup dan teman2, tetapi saya selalu cemas ketika sesi makan-makan atau takut duluan sebelum berangkat.
6. Soal nginep juga saya jadi cemas, soalnya klo bangkit pagi mual rasanya kan aneh gitu, apalagi lisan kadang asem.
7. Soal biaya berobat, tidak mengecewakan menghabiskan duid, jadinya terkadang merasa sia2, duid capek2 dicari, habis utk berobat namun tak kunjung sembuh, apa arti hidup sementara usia bertambah ? Bener gak ?
dan masih banyak lagi deh
Namun semua kecemasan saya sudah diberikan solusi oleh psikiater yang mengontrol saya.
Kecemasan saya cenderung ke masa depan yang belum terjadi, jadi tubuh terlalu memproteksi diri dan tidak menikmati kekinian, saya disuruh menikmati kekinian dan cuekin tanda-tanda yang ada.
Mungkin kesannya bagi yang tidak pernah mengalami hal menyerupai sangat simpel untuk bilang cuek.
Namun bagi yang sedang mengalaminya, ini susah banget.
Syukurnya kegiatan dan kerjaan yang saya lakukan kini masih sanggup tetap berlangsung, hanya mood-moodan
Hidup tidak sebebas dulu dan tidak senakal dulu
Tidur harus posisi bantal agak tinggi.
Aktivitas keluar kalau benar2 diperlukan
Selama tidak kepikiran dan lagi pede, sensasi sanggup ilang.
Tapi lantaran pikiran kita selalu mikir kapan kita sembuh ?
Akhirnya jadi kita tidak pasrah pada kondisi kita, tubuh terus melawan.
Makara kuncinya pasrah pada keadaan.
Susah ya niscaya susah
Tapi saya juga sedang menjalaninya.
Sudah begitu banyak pengobatan medis dan alternatif yang saya jalani, semua menyampaikan normal dan tidak ada kasus serius. Namun tidak kunjung ada perubahan.
Makara saya juga merasa pikiran yaitu puncak permasalahannya, atau klep lambung lemah yang disebabkan oleh pikiran, ya mudah2an bukan klep lambung lemah permanen deh (entah kenapa saya masih cemas itu terus) Hahahahaha
Feel free to share
I understand what you feel,
believe me, it is hard for people who don't suffer things like us,
We need people with same symptoms to understand how we feel,
All is well
Whatever will be, will be
Believe your own body can heal itself
Don't seek too much information,
Don't browse too much.
Believe your doctor
Treat your mind
Intinya jangan kek gua dulu, suka browsing2 yang aneh-aneh, hingga kepikiran dan jadi khawatir sendiri dan kini ngelepasinnya susah banget.
Saya ga tau mau ngepost apalagi, bergotong-royong ceritanya panjang banget, namun ini yaitu pada dasarnya saja.
Thanks anyway Sumber http://swan-thestory.blogspot.com/
Komentar
Posting Komentar